Rabu, 12 April 2017

Puisi Jenaka

Seharusnya

Seharusnya aku sedang memelukmu
merasakan dekapan hangat tubuhmu
menyatukan jiwa mengalirkan cinta
tapi semua tak kulakukan
karena badanmu bau banget
kamu belum mandi yah???
Seharusnya aku sedang menatapmu lembut
menikmati teduh di matamu
seperti dalam novel dan sinetron itu
Tapi semua tak kulakukan
karena ada kotoran di sudut matamu
Kamu belum cuci muka yah???
seharusnya aku sedang melumat bibirmu
melepaskan getar-getar gairah
melepaskan hasrat dan gejolak
yang memacu jantung
tapi semua tak kulakukan,
Karena mulutmu bau jengkol
Kamu belum gosok gigi yah???


Kamis, 16 Maret 2017

Komunikasi Bisnis


Miftah Rizki  16614644



1.What are the purpose of a meeting ?
  Purpose of Meetings. A meeting is where a group of people come together to discuss issues, to improve communication, to promote coordination or deal with any matters that are put on the agenda and to help get any jobs done. Meetings are held for any of the following reasons: To sort out any conflicts. 
  There are some purposes of meeting, such as :

• To sort out any conflicts.
• To negotiate a contract or agreement, or matters to do with it.
• To deal with a current problem within the group or within the business or organization.
• To receive a report for assessment and review.
• To supply information to those present or to canvas views of those present on the particular matter at hand.


2.What are the type of meeting ?
  Meeting or plural form “Meetings” can be defined as ; “A gathering of people; as for a business, social, or religious purpose.” Meetings we know how important part meetings plays in our professional life. But they a a very important role in other parts of our life. Meetings can be of various types based on formality, purpose, use, legality, participation and more. However the main principle of meeting is remains common: gathering of people. In this post; we will look meetings in terms of formality of them.
  There are several types or meetings:

Meeting type 1 : Status Update Meetings
Status update meetings is one of the most common meeting types. This category includes regular team and project meeting, where the primary goal is to align the team via updates on progress, challenges and next steps. Commonly found a group activites in these kinds of meetings are problem solving, decision making, prioritization and task assignment.

Meeting type 2 : Information Sharing Meetings
Presentations, panel debates, keynotes, and lectures are all examples of information sharing meetings. The primary goal of these meeting is for the speakers to share information with the attendees. This could be information about things like upcoming changes, new products and techniques, or in depth knowledge of a domain. Visual communication tools, like slides and videos, are powerful tools for making the shared information more memorable.
At information sharing meetings the attendees have historically been passive listeners. With new technologies like MeetingSift they can use their smart devices to go from passive spectators to active participants, making the meeting more engaging and enjoyable for all.

Meeting type 3 : Decision Making Meetings
The vast majority of business decisions are made by groups in meetings. While small decisions are made in all kinds of meetings, the more important decisions often get their own dedicated meetings. There are different types of group decisions making processes, and care should be taken to choose a process that best matches the situation. A decision making process can include group processes like information gathering and sharing brainstorming solutions, evaluating options, ranking preferences, and voting.

Meeting type 4 : Problem Solving Meetings
Problem solving meetings are perhaps the most complex and varied type of meetings. Whether the meeting is addressing and identified problem, or it is focusing on creating strategies and plans to navigate the future, there are a rich arsenal group processes that can be used. Scopes and priorities need to be defined, opportunities and threats need to be identifed, and possbile solutions should be brainstormed, evaluated, and agreed upon.

Meeting type 5 : Innovation Meetings
Innovation meetings and creative meetings often start with thinking outside the box, by brainstorming, associating, and sharing ideas in a broad scope. Meeting participants can then use various techniques and processes to reduce the diverse pool of ideas to a more focused short list. Through ranking, evaluations, and decision making the most suitable idea, or ideas are identified and recommendations and tasks can be assigned based on this.


3.What makes a good meeting ?

•Here are some steps to make a good meeting :
•Consider your desired outcome
•Create an agenda
•dentify and invite key participants
•Determine whether the meeting really is necessary
•be punctual
•be wary of recapping for latecomers
•be prepared
•have an objective


4.What are the characteristic of a succesful bussiness meeting ?

  The best-of-the-best are committed to doing the “work” of business. They don’t avoid the stuff they don’t like or the tough stuff that defines a leader’s determination to win. Just like profitability, success is an outcome. Leaders and companies that master the disciplines of success stand out from their competition. Using a simple grading system of 1 to 10 (10 being truly outstanding), each characteristic listed below establishes a benchmark that you can use to quickly assess the viability of any business … including yours. Using this approach, a score of 10 for each characteristic will yield a perfect score of 100.

•A meeting, like any business event, succeeds when it is preceded by planning, characterized by focus, governed by structure, and controlled by a budget.
•Effective meetings require sharing control and making commitments.
•All participants of the meetings can be active participate in the discussion and so there is no miscommunication.
•It is better to spend a little time preparing for solutions than to spend a lot of time fixing problems.
•The meeting has a clear purpose and should stick to the agenda.
•Respect each other of participants who attend in the meeting.

Senin, 02 Januari 2017

Kritik Untuk Dunia Kepariwisataan Indonesia


Nama: Miftah Rizki
NPM : 16614644
Kelas : 3SA02

Pengertian Pariwisata
Secara Etomoogi pariwisata berasal dari dua kata yaitu “pari” yang berarti banyak/berkeliling, sedangkan pengertian wisata berarti “pergi”. Didalam kamus besar indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan rekreasi. Sedangkan pengertian secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktuyang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau bukan maksud mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata mata untuk menikmati kegiataan pertamasyaan atau reakreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Jenis-jenis wisata yang ada di Indonesia:
1. Wisata alam.
Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Kekayaan biota laut tersebut menciptakan sekitar 600 titik selam yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Raja Ampat di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam biota laut dan dikenal sebagai lokasi selam scuba yang baik karena memiliki daya pandang yang mencapai hingga 30 meter pada siang hari.

2. Wisata Belanja.
Wisata belanja di Indonesia dibagi menjadi dua jenis: pusat perbelanjaan tradisional dengan proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual dan pusat perbelanjaan modern. Pasar tradisional umumnya menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari yang berlokasi dalam satu gedung atau jalan tertentu. Beberapa daerah dengan relief sungai-sungai panjang memiliki pasar terapung seperti Pasar Terapung Muara Kuin di Sungai Barito, Banjarmasin dan Pasar Terapung Lok Baintan di Banjar, namun adapula yang khusus menjual barang - barang seni atau benda khas setempat seperti Pasar Sukawati di Gianyar yang menjual berbagai kerajinan tangan dan barang seni khas Bali, Pasar Klewer di Solo yang menjual kain - kain batik,  Kotagede dengan hasil kerajinan perak, dan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang menjajakan kerajinan khas Yogya.

3. Wisata Budaya.
Berdasarkan data sensus 2010, Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti jenis tarian, alat musik, dan adat istiadat di Indonesia. Beberapa pagelaran tari yang terkenal di dunia internasional misalnya Sendratari Ramayana yang menceritakan tentang perjalanan Rama dan dipentaskan di kompleks Candi Prambanan. Desa Wisata Batubulan yang terletak di Sukawati, Gianyar merupakan desa yang sering dikunjungi untuk pentas Tari Barongan, Tari Kecak dan Tari Legong.

4. Wisata Keagamaan.
Sejarah mencatat bahwa agama Hindu dan Buddha pernah masuk dan memengaruhi kehidupan spiritual di Indonesia dengan adanya peninggalan sejarah seperti candi dan prasasti di beberapa lokasi. Jejak-jejak peninggalan agama Buddha yang terbesar adalah Candi Borobudur yang terletak di Magelang dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan masuk dalam daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1991. Pada abad ke-13 hingga ke-16 Islam masuk ke nusantara menggantikan era kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa ini, banyak ditemukan masjid yang merupakan akulturasi kebudayaan antara Hindu-Buddha-Jawa dengan agama Islam seperti terlihat pada Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus.



Kritikan Saya Tentang Untuk Dunia Kepariwisatan Indonesia

Menurut saya kekayaan alam di negeri Indonesia itu sangatlah banyak dan sangat luar biasa, alam negeri kita sudah diakui masyarakat dunia sebagai surga kecil yang ada di dunia. Itu karena negara Indonesia terletak di khatulistiwa, dari ujung barat sampai ujung timur alam Indonesia sungguh menakjubkan. Contohnya alam bawah laut, pegunungan, pantai, pertanian, dan pertambangan.
Saya sendiri merasa bangga dilahirkan dan menjadi orang Indonesia, tetapi saya merasa kecewa dengan bagaimana pemerintah Indonesia belum dapat mempromosikan dan mengelola alam negeri ini dengan sebaik-baiknya. Kita punya apa saja di alam kita yang dapat menguntungan negara dalam sektor pariwisata, Taman Nasional Bawah Laut Bunaken dan Raja Ampat adalah contoh wisata alam bawah laut Indonesia yang harus dijaga dan dikelola dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia sebagai kekayaan negeri ini.
Masalah tentang bagaimana pariwisata alam di Indonesia dapat dipromosikan ke negara lain dengan bentuk iklan “Wonderful Indonesia” yang memperlihatkan keragaman alam, budaya, tradisi, dan kuliner di Indonesia oleh pemerintah menurut saya masih kurang, karena warga dunia yang masih awam tahu Indonesia hanya Bali saja sebagai destinasi pariwisata di negeri ini padahal selain Bali masih banyak sekali yang lainya. Saya tidak mengerti apa karenanya, apa dari segi mempromosikanya, akses perjalanan yang masih kurang memadai, atau salah slogan pariwisata kita yang kurang dapat menarik perhatian untuk berkunjung oleh warga dunia?
Slogan kita “Wonderful Indonesia” untuk iklan pariwisata internasional yang dapat diartikan dalam bahasa kita yaitu Pesona Indonesia, menurut saya itu masih kurang greget kedengarannya untuk dapat menaklukan tourists mancanegara untuk dapat menghabiskan uang mereka untuk berlibur dan rekreasi di Indonesia. Sedengkan negeri tetangga kita Malaysia memiliki slogan iklan pariwisata internasionalnya yaitu “Malaysia Truly Asia” untuk iklan pariwisata internasional mereka yang dapat diartikan dalam bahasa kita yaitu Malaysia Asia Yang Sesungguhnya, menurut saya itu kedengaranya sangat menarik untuk bahasa iklan.
Kenapa?,  karena tourists mancanegara apalagi yang berasal dari Eropa yang ingin tahu tentang asia mereka dibuat menjadi penasaran dengan slogan itu dan mau berkunjung ke sana dibandingkan ke Indonesia. Padahal menurut saya yang sebenarnya asia dari segi budaya, suasana, dll Indonesia lah yang harusnya menyandang status Truly Asia karena di Indonesia lebih beraneka ragam dari segi apapun dibandingkan dengan Malaysia.
                Untuk dapat menunjang sektor pariwisata yang ada di Indonesia, harusnya sejumlah perbaikan dan pembangunan infrastruktur mutlak diperlukan. Infrastruktur udara diperlukan, guna memastikan konektivitas antar negara dan interegional Indonesia. Infrastruktur jalan perlu diperbaiki, karena banyak jalan menuju lokasi infrastruktur berkondisi buruk. Agar menunjang mobilitas didalam suatu daerah/kota, maka diperlukan pula pembangunan tranportasi publik, agar memudahkan mobilitas dan meningkatkan kenyamanan para wisatawan. Membangun infrastruktur tidak semudah membalik telapak tangan, terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Ada terdapat dua tantangan utama, pertama adalah komitmen anggaran dari pemerintah, kedua adalah pembebasan lahan. Yang pertama komitmen anggaran, baik pemerintah pusat maupun daerah masih terbatas, dan yang kedua menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan.karena itu masalah lahan menjadi momok utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. jadinya banyak proyek infrastruktur yang tidak bisa berjalan akibat ada salah satu bagian lahannya (yang bahkan hanya sebagian kecil) belum dapat dibebaskan.

Sekian kritik dari saya, semoga dunia kepariwisataan Indonesia terus membaik dan dapat menjadikan Indonesia menjadi negara tuguan pariwisata nomer satu di dunia kedepannya. Aamiin.